Mengaji Kitab Kuning : Menjaga Tradisi, Menanamkan Karakter dan Menanamkan Ilmu
Jumat, 01 Agustus 2025 – Jumat Pagi yang cerah, MTsN 3 Madiun kembali mengadakan kegiatan rutin Mengaji Kitab Kuning sebagai bagian dari program penguatan pendidikan karakter dan pengamalan ajaran Islam.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat pagi, dipandu langsung oleh para ustadz berpengalaman dalam bidang ilmu keislaman klasik. Ustadz Anwar Christianto mengkaji kitab Akhlaqul Banin untuk kelas 7 yang bertempat di Kelas Barat Madrasah, sedangkan ustadz Khusnuddin mengkai kitab Taisirul Kholaq untuk kelas 8 bertempat di Halaman Madrasah, dan Ustadz Syamsuddin mengkaji kitab Fiqih Wadih Juz 1 untuk kelas 9 bertempat di Musholla Ulul Albab Madrasah.
Pada kajian kitab kuning ini, metode pengajaran yang digunakan adalah Bandongan, dimana metode ini mirip dengan sistem klasikal, dimana Ustadz membacakan kitab kuning sementara siswa/siswi mencatat arti/makna setiap kata/kalimat. Setelah membaca beberapa baris dalam satu tema atau bahasan, ustadz menerangkan maksud dari kalimat yang telah diberi makna satu-satu, terutama menjelaskan susunan kalimat yang sulit dipahami.
Kepala Madrasah, Ibu Dra Ruwiyati Rohmah, M.Pd, menjelaskan bahwa mengaji kitab kuning memiliki banyak manfaat. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar isi kitab, tetapi juga belajar disiplin, adab kepada guru, dan tradisi keilmuan pesantren yang sangat berharga,” ujar beliau. Beliau juga menambahkan dengan mengaji Kitab Akhlaqul Banin dan Taisirul Kholaq para siswa diberikan pengajaran tentang adab dan etika untuk kelas 7 dan 8, sedangkan untuk kelas 9 mengaji kitab Fiqih Wadih Juz 1 untuk memberikan pemahaman dasar-dasar ibadah dan hukum sesuai syariat Islam.
Dengan tetap melestarikan kegiatan mengaji kitab kuning, MTsN 3 Madiun berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan akhlak.
“Kami ingin siswa tidak hanya pintar, tapi juga paham agama dan memiliki akhlak mulia. Inilah bekal utama menghadapi zaman,” ujar Ustadz Drs. Ahmad Daroini, guru MTsN 3 Madiun yang membidangi kegiatan keagamaan di madrasah.